• Selayang Pandang

  • Arsip

  • November 2010
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Tertinggi

    • Tak ada

Sarasehan Paska Pemilukada ”Menuju Pemalang yang lebih baik dan Sejahtera”


Sabtu, 27 Nopember 2010. Bertempat di Pendopa KPU Pemalang, telah berlangsung Sarasehan dengan mengambil tema ”Menuju Pemalang Yang lebih baik dan Sejahtera” dan sub tema ”Sing Kalah Aja Ngamuk, Sing MenangAja Umuk”.

Hadir peserta antara lain dari para pimpinan partai, pimpinan ormas/LSM, anggota PPK ,para Kepala Sekolah (SLTA) dan kepala instansi terkait. Sebagai pembicara utama adalah ketua MUI Pemalang KH,Drs, Mau’un Mas’ud dan staff ahli hukum KPU Pusat Santoso, SH dengan moderator HM.Arief Efendi,S.Sos..

Menurut ketua MUI Pemalang, Pemilihan Bupati dengan sistem perwakilan selama ini kental dengan sandiwara politik para elitnya, karena pura-pura. Kedaulatan rakyat tidak mengejawantah , UU kemudian mengubahnya menjadi pemilihan langsung oleh rakyat pemilik sah kedaulatan . Yang terpilih bukan saja wajib loyal kepada kepentingan rakyat banyak melainkan dipaksa oleh mekanisme politik kita untuk  melindungi kedaulatan rakyat seluruhnya, baik yang memilihnya atau yang memilih calon lain sehingga minimal ada keseimbangan antara kekuatan seorang pimpinan daerah dan kekuatan rakyat didaerahnya sebagai civil society. Idealnya masyarakat madani lebih kuat daripada kekuatan negaranya agar terjadi effisiensi dan efektifitas kontrol.

Selanjutnya, tujuan pemilukada akan menemukan tujuannya : kemakmuran dan kesejahteraan rakyat banyak bila kita tetap memegangi empat pilar kebangsaan Indonesia : 1. Pancasila, 2.UUD 1945, 3. NKRI dan 4. Bhinneka Tunggal Ika.

Pesan para ulama dulu telah memberi pelajaran kepada kita : 1.Menehono teken marang wongkang wuto, 2. Menehono mangan marang wongkang luwe, 3. Menehono busono marang wongkang wudo dan 4. Wenehono ngiyup marang wongkang kudanan.

Adagum fiqih siasy Ibnu Taimiyah mengatakan ”Negara yang adil tetap jaya, meski dipimpin orang kafir, dan negara yang dholim akan hancur, meski dipimpin orang muslim” Jadi ”adil” adalah ruh sukmanya sebuah negara yang jaya.(SAF)

Satu Tanggapan

  1. materi menarik, terima kasih telah berbagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: