Jadilah Pemilih Yang Cerdas


Wahai rakyat Indonesia, partisipasimu serta kecerdasanmu sangat diharapkan dalam Pilkada untuk menentukan dan menyelamatkan nasib rakyat lima tahun kedepan sehingga terwujud demokrasi yang berkualitas, mencari pemimpin dalam pilkada yang lebih pantas dan bukan menuju jalan pintas”. (Drs. Agus Stiawan M.Si  ; 2010)

Moment pemilukada adalah moment yang tepat bagi para pemilih cerdas untuk menentukan pengembangan arah demokratisasi di tingkat lokal. Bila selama ini tingkat pertumbuhan / pengembangan politik lokal dianggap stagnan ataupun mungkin berkembang tetapi sangat lamban, maka kondisi ini perlu dijadikan sarana untuk merubah keadaan Pemalang tercinta.

Apa yang kurang dari wajah Pemalang Ikhlas perlu dirumuskan dengan jelas, sehingga melalui analisa SWOT kita bisa merancang  kebutuhan Pemalang 5 (lima) tahun kedepan. Kelemahan Pemalang Ikhlas antara lain belum tumbuh suburnya industri/pabrik yang bisa menyerap tenaga kerja, belum terciptanya iklim pengembangan investasi yang mampu menggali potensi wilayah Pemalang, terhambatnya budaya berwiraswasta karena benturan dengan budaya korup dan birokratisasi , dan lainnya.

Potensi Kelebihan Pemalang adalah luasnya wilayah dan besarnya SDM yang sebenarnya mumpuni untuk bisa mengembangkan potensi Pemalang. Para generasi muda yang terjun di bidang kelautan melimpah, generasi muda yang terlibat pengembangan konveksi melimpah, generasi muda yang mahir berwiraswasta juga melimpah. Sayangnya potensi ini belum digarap dan dikembangkan secara spektakuler oleh pemda Pemalang. Bantuan modal banyak, tetapi masyarakat pelaku usaha enggan memanfaatkan karena prosedur yang terkontaminasi budaya korup, dan lainnya.

Pertanyaannya ,  apa  yang salah dengan pengelolaan dan pengembangan Pemalang ?

Apa yang sudah terjadi tentunya menjadi pelajaran berharga. Yang kurang/ lemah mari kita perbaiki, yang lebih mari kita kembangkan lebih jauh. Prestasi Pemalang dalam banyak hal, perlu diimbangi dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi sehingga potensi lainnya bisa tergarap dan tumbuh subur sebagai” efek domino”.

Ketika kita sudah memahami kondisi situasional Pemalang, maka moment Pemilukada perlu kita  “amankan”. Mengapa ?  Pertama, Bupati incumbent sudah tidak mencalonkan lagi. Kedua, kompetisi pencalonan menjadi lebih sehat, fair,  seimbang dan terbuka. Ketiga, karena Bupati incumbent tidak nyalon lagi, harapannya PNS yang memiliki potensi dan tersebar merata di wilayah Pemalang  bisa menjaga dan mengendalikan syahwat politiknya. PNS harus netral.

Kondisi yang sejuk harus ditangkap oleh para pemilih cerdas. Langkah pemilih cerdas antara lain :

  1. Memastikan anda terdaftar dalam daftar pemilih untuk pemilu Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010.
  2. Mengikuti pentahapan pemilukada.
  3. Berpartispasi dalam pentahapan pemilukada.
  4. Hadir di TPS dan menggunakan hak pilih dengan benar.
  5. Menerapkan Tip memilih dengan strategi  “APIT”  (Amati, Pilih, Ikuti, Tagih)  (Masykurudin Hafidz,2009) :

    Strategi    APIT
    Modal dasar warga masyarakat Pemalang  untuk menciptakan Pemilukada 2010 berjalan demokratis dan berkualitas adalah menjadi pemilih yang cerdas, kritis, sadar, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihannya. Bagaimana kita sebagai warga Pemalang  mewujudkan pemilu agar berjalan demokratis dan berkualitas? Dari sekian banyak cara yang ada, strategi APIT (Amati, Pilih, Ikuti, Tagih) bisa dijadikan alur partisipasi tersebut.

  • Pertama, AMATI  secara cermat para pasangan calon dari  “perseorangan” dan/ atau dari usungan partai  partai politik atau gabungan partai politik dengan mencatat dan mencerna janji-janji politik mereka. Apakah para pasangan calon tersebut dikenal dan mengenal daerah setempat, bersih dari KKN, mempunyai kesungguhan dalam memperjuangkan nasib serta memperjuangkannya. Janji-janji politik para calon dicatat dan didokumentasikan dengan baik.

    Kedua, PILIH , yakni berikan suara kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang kita yakini mampu memperjuangkan aspirasi. Hasil catatan dan pengamatan terhadap para calon berguna untuk menentukan dan menjatuhkan pilihan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Pilihan ini juga sebagai wujud partisipasi dan garansi dalam menagih janji.

  • Ketiga, IKUTI. Langkah ini perlu agar kepercayaan yang diberikan tidak disalahgunakan. Dengan mengikuti segala kebijakan  pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih , dapat diketahui sejauh mana perjuangan pemimpin terpilih tersebut atas aspirasi rakyat yang memilihnya.
  • Keempat, TAGIH   janji-janji yang telah disampaikan. Hal ini untuk mendorong pasangan calon  terpilih menjalankan agenda dan janji yang telah diucapkan ketika masa kampanye pemilukada berlangsung.

Pemilih cerdas harus mampu membaca situasi dan kondisi politik, dan mampu mempengaruhi pemilih yang lain untuk mengunakan hak pilihnya dengan benar. Pemilih cerdas tidak akan terpengaruh oleh kegiatan “ money politik”,  “serangan fajar”  bahkan “ serangan dhuha”. Pemilih cerdas yang sekligus tokoh masyarakat atau tokoh agama  perlu menghindari dan penerimaan “bantuan religius”. Jangan gadaikan dan jangan jual suara dengan harga murah. Cari pemimpin yang pantas, jangan memilih pemimpin dengan jalan pintas.

Gunakan hak pilih anda dengan benar dan cerdas, pilih pemimpin yang jujur dan berkualitas. Selamat berpemilukada Pemalang 2010.

Safrudin HS,S.IP

Anggota KPUD Pemalang divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Satu Tanggapan

  1. bener mas syaifuddin… anggere wong pemalang gelem pada maca artikel kiye kabeh… insya allah pemalang aman.. Anggere T ne aja di terusna dadi TEGUR, TEGOR and TENDANG…kwkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: