• Selayang Pandang

  • Arsip

  • April 2010
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Tertinggi

    • Tak ada

PANDUAN PEMILU BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEMALANG 2010


PANDUAN PEMILU BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEMALANG 2010

Peserta Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010:

  1. Pasangan calon yang diusulkan oleh Partai Politik / Gabungan Partai Politik
  2. Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang

Persyaratan pengajuan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010

PARTAI POLITIK / GABUNGAN PARTAI POLITIK :

  1. Partai Politik / Gabungan Partai Politik yang memperoleh paling sedikit 15% jumlah kursi DPRD Kabupaten Pemalang / (sebanyak 8 kursi), atau
  2. Partai Politik / Gabungan Partai Politik yang memperoleh paling sedikit 15% suara sah pemilu DPRD Kabupaten Pemalang atau sebanyak 87.335 suara sah
  3. Partai Politik / Gabungan Partai Politik hanya dapat mengusulkan 1 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010

PERSEORANGAN :

Bagi calon perseorangan yang dapat mendaftarkan diri sebagai bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010 dengan ketentuan :

  1. Mendapat dukungan paling sedikit 3% dari jumlah penduduk Kabupaten Pemalang/( 41.879 dukungan )
  2. Jumlah dukungan penduduk tersebar dilebih dari 50% jumlah Kecamatan di Kabupaten Pemalang (8 kecamatan)
  3. Dukungan penduduk dibuat dalam bentuk surat dukungan disertai fotokopi KTP, dan
  4. Diserahkan paling lambat 21 hari sebelum masa pendaftaran calon dimulai ( 4 Agustus 2010 )

Persyaratan calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang 2010

  1. Berpendidikan sekurang-kurangnya sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) / sederajat
  2. Berusia sekurang-kurangnya 25 th
  3. Belum pernah menjabat Bupati / Wakil Bupati Pemalang 2010 selama 2 kali masa jabatan dalam jabatan yang sama
  4. Syarat dan kelengkapan formulir lainnya bisa menghubungi KPU Kabupaten Pemalang, Jl. A. Yani selatan No. 59 Pemalang telp. 0284 324099

PARPOL PERAIH KURSI PEMILU 2009

DI KABUPATEN PEMALANG

NO PARPOL PEROLEHAN KURSI SUARA SAH (%)
1 PDI-P 10 19,53 %
2 P. GOLKAR 9 16,75 %
3 PKB 6 11,50 %
4 PPP 6 11,27 %
5 PKS 5 6,86 %
6 P. DEMOKRAT 5 6,14 %
7 PAN 4 8,76 %
8 P. GERINDRA 2 4,59%
9 P. HANURA 2 3,54%
10 P. PATRIOT 1 1,02%
Jumlah 50

Keterangan :

  1. 1. 15% dari 50 kursi = 8 kursi
  2. 2. PDI-P dan P. GOLKAR otomatis bisa mengusung pasangan calon
  3. 3. Parpol lainnya perlu koalisi untuk mengusung pasangan calon

PROSENTASE PEROLEHAN SUARA SAH PEMILU DPRD KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2009

NO PARPOL JUMLAH SUARA SAH PROSEN-TASE (%)
1 P. HANURA 20,627 3.54%
2 PKPB 7,801 1.34%
4 PPRN 8,086 1.39%
5 P. GERINDRA 26,712 4.59%
6 P. BARNAS 6,848 1.18%
7 PKPI 2,296 0.39%
8 PKS 39,960 6.86%
9 PAN 51,018 8.76%
11 P. KEDAULATAN 1,966 0.34%
12 PPD 875 0.15%
13 PKB 66,978 11.50%
15 PNI MARHAENISME 1,197 0.21%
16 PDP 6,538 1.12%
18 PMB 3,100 0.53%
20 PDK 697 0.12%
21 P. REPUBLIKAN 2,414 0.41%
22 P. PELOPOR 1,085 0.19%
23 P. GOLKAR 97,506 16.75%
24 PPP 65,597 11.27%
25 PDS 627 0.11%
26 PNBK INDONESIA 774 0.13%
28 PDI-P 113,684 19.53%
30 P. PATRIOT 5,966 1.02%
31 P. DEMOKRAT 35,763 6.14%
34 PKNU 13,891 2.39%
40 P. MERDEKA 225 0.04%
Jumlah 582.231 100%

PENETAPAN CALON TERPILIH

  1. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah suara sah ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih.
    1. Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka (1) tidak terpenuhi, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang memperoleh suara lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari jumlah suara sah, pasangan calon yang perolehan suaranya terbesar ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih dengan Keputusan KPU Kabupaten.
    2. Dalam hal pasangan calon yang perolehan suara terbesar sebagaimana dimaksud pada angka (2) terdapat lebih dari satu pasangan calon yang perolehan suaranya sama, penentuan pasangan calon terpilih dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
    3. Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka (2) tidak terpenuhi, atau tidak ada yang mencapai 30% (tiga puluh persen) dari jumlah suara sah, dilakukan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh pemenang pertama dan pemenang kedua.
    4. Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada angka (4) diperoleh dua pasangan calon, kedua pasangan calon tersebut berhak mengikuti pemilihan putaran kedua.
    5. Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada angka (4) diperoleh tiga pasangan calon atau lebih, penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
    6. Apabila pemenang kedua sebagaimana dimaksud pada angka (4) diperoleh lebih dari satu pasangan calon, penentuannya dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas.
    7. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang memperoleh suara terbanyak pada putaran kedua ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih dengan Keputusan KPU Kabupaten.

SURAT SUARA SAH

Surat suara yang dinyatakan sah ditentukan sebagai berikut :

  1. surat suara ditandatangani oleh Ketua KPPS ; dan
  2. tanda coblos hanya terdapat pada 1 (satu) kolom yang memuat satu pasangan calon; atau
  3. tanda coblos terdapat dalam salah satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon yang telah ditentukan; atau
  4. tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih di dalam salah satu kolom yang memuat nomor, foto dan nama pasangan calon; atau
  5. tanda coblos terdapat pada salah satu garis kotak segiempat yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon;
  6. surat suara yang dicoblos adalah surat suara yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Pemalang;
  7. menggunakan alat coblos surat suara yang disediakan;
  8. lubang hasil pencoblosan terdapat pada surat suara yang tidak rusak; dan
  9. tidak ada tulisan dan/catatan lain dalam surat suara.

CERMATI VISI, MISI DAN PROGRAM PASANGAN CALON

PILIH YANG TERBAIK

MINGGU Pahing,  31  OKTOBER  2010

Diperbanyak oleh :

KPU Kabupaten Pemalang

PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI PEMALANG TAHUN 2010

MINGGU Pahing,  31  OKTOBER  2010

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KABUPATEN PEMALANG

Jl. Jend. A. Yani Selatan No. 59

Telp. (0284) 324099, 324001

PANDUAN PEMUTAKHIRAN DAFTAR PEMILIH

Tahapan pelaksanaan pemutakhiran daftar pemilih

NAMA KEGIATAN MULAI BERAKHIR
PEMUTAKHIRAN DAFTAR PEMILIH 25 Maret 2010 31 Agustus 2010
a. Pemberitahuan KPU Kab. Pemalang kepada Pemda untuk menyampaikan DP4 25 Maret 2010 31 Maret 2010
b. Penyerahan DP4 dari Pemda 24 April 2010 30 April 2010
c. Penyusunan dan penetapan Daftar Pemilih oleh KPU Kab. Pemalang 1 Mei 2010 30 Mei 2010
d. Penyerahan Daftar Pemilih kepada PPS melalui PPK 1 Juni 2010 2 Juni 2010
e. Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih menjadi DPS 3 Juni 2010 2 Juli 2010
f. Pengesahan dan pengumuman DPS 3 Juli 2010 23 Juli 2010
g. Perbaikan DPS berdasarkan informasi dan masukan masyarakat serta pencatatan Pemilih Tambahan/Baru 24 Juli 2010 26 Juli 2010
h. Penetapan DPSHP 27 Juli 2010 27 Juli 2010
i. Pengumuman DPSHP 28 Juli 2010 30 Juli 2010
j. Penyusunan DPT 31 Juli 2010 15 September 2010
k. Penetapan Daftar Pemilih Tetap 16 September 2010 16 September 2010
l. Pengumuman DPT 17 September 2010 19 September 2010
m. Rekapitulasi DPT di PPK 20 September 2010 22 September 2010
n. Penetapan Rekapitulasi DPT di KPU Kab. Pemalang 23 September 2010 25 September 2010
o. Penyampaian Kartu Pemilih 22 Oktober 2010 28 Oktober 2010

Apa yang dimaksud kegiatan pemutakhiran data pemilih ?

pemutakhiran data pemilih adalah kegiatan yang dilakukan oleh PPS dibantu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam rangka penyusunan DPS, DPSHP (DPS hasil perbaikan) dan DPT.

Mengapa daftar pemilih perlu dimutakhirkan dan divalidasi ?

Beberapa alasan pemutakhiran daftar pemilih dilakukan karena :

  1. Telah memenuhi syarat usia pemilih, yaitu sampai dengan hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati sudah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih;
  2. Belum berumur 17 (tujuh belas) tahun, tetapi sudah/pernah kawin;
  3. Perubahan status anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi status sipil atau purnatugas;
  4. Tidak terdaftar dalam data pemilih yang digunakan untuk penyusunan daftar pemilih dalam Pemilu Bupati dan Wakil Bupati berdasarkan data kependudukan yang disampaikan pemerintah daerah atau Pemilu terakhir;
  5. Telah meninggal dunia;
  6. Pindah domisili/sudah tidak berdomisili di desa/kelurahan tersebut;
  7. Pemilih yang terdaftar ganda pada domisili yang berbeda;
  8. Perubahan status dari sipil menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia atau Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  9. Perbaikan penulisan identitas pemilih; atau
  10. Pemilih yang sudah terdaftar tetapi sudah tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.

Perubahan status anggota TNI dan POLRI menjadi status sipil/purnabakti atau sebaliknya, sebagaimana dimaksud pada huruf c, dibuktikan dengan surat keputusan pensiun/pengangkatan dari pejabat TNI dan POLRI yang berhak mengangkat dan memberhentikan anggota TNI dan POLRI.

Apa yang dimaksud DPS ?

DPS adalah daftar pemilih sementara lengkap dengan identitas diri seperti NIK, nama pemilih, tempat dan tanggal lahir,  umur / usia, status perkawinan, jenis kelamin dan alamat tempat tinggal yang akan diumumkan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) di tiap kantor Desa/Kelurahan dan RT/RW setempat, mulai tanggal 3 Juli s/d 23 Juli 2010.

Apa yang harus dilakukan warga selama masa tanggapan terhadap Daftar Pemilih Sementara ?

  1. Memeriksa kebenaran identitas diri seperti nama, tempat dan tanggal lahir, umur serta alamat tempat tinggal yang tercantum dalam DPS, Apabila penulisan identitas tidak benar warga melaporkan kepada PPS setempat untuk diperbaiki dan juga;
  2. Dapat memberikan informasi :
  3. Segera mendaftarkan diri apabila merasa belum terdaftar dalam DPS (24 s/d 26 Juli 2010)
  1. Pemilih yang terdaftar sudah meninggal dunia;
  2. Pemilih sudah tidak berdomisili di desa/kelurahan tersebut;
  3. Pemilih yang terdaftar ganda pada domisili yang berbeda;
  4. Pemilih yang sudah pensiun dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau pemilih yang berubah status menjadi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  5. Pemilih yang sudah kawin dibawah umur 17 (tujuh belas) tahun; atau
  6. Pemilih yang sudah terdaftar tetapi sudah tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.

Apa yang harus dibawa oleh warga ketika menemui PPS ?

  1. membawa Tanda Bukti Terdaftar (form A3-3 KWK) kepada petugas, apabila terdapat kesalahan pencantuman identitas
  2. membawa kartu identitas yang diperlukan untuk pendaftaran, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)

Kapan KPU mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ?

KPU melalui PPS (ditanda tangani oleh Ketua dan 2 anggota PPS) akan mengumumkan DPT tanggal 17 s/d 19 September 2010 di kantor Desa/Kelurahan.

Apakah Kartu Pemilih itu ?

Kartu Pemilih merupakan kartu identitas pemilih bagi seluruh warga yang memiliki hak pilih, dan harus dibawa ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) oleh pemilih pada hari pemungutan suara.

Siapa yang mengeluarkan Kartu Pemilih ?

Kartu ini dikeluarkan oleh KPU Kabupaten melalui PPS untuk disampaikan kepada seluruh warga yang memiliki hak pilih dan terdaftar sebagai penduduk.

Kapan Kartu Pemilih di bagikan ?

Kartu Pemilih akan disampaikan kepada setiap pemilih yang terdaftar, pada tanggal   22  s/d  28  Oktober  2010.

Alur tanggapan masyarakat terhadap DPS
Yakinkan Anda, terdaftar di DPS..!

Pengumuman DPS dapat dilihat di Kantor Desa/Kelurahan tanggal  3  s/d  23 Juli  2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: